jpnn.com, JAKARTA - Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai utang kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh berpotensi membebani generasi mendatang.
Indef memproyeksikan pengembalian modal investasi kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut bisa memakan waktu hingga 139 tahun.
Analisis Indef menunjukkan okupansi penumpang Whoosh saat ini terus berada di level yang rendah.
Kondisi keterisian penumpang kereta cepat tersebut dicatat masih berada di bawah angka 50 persen.
Angka keterisian yang minim itu menjadi pemicu utama melambatnya proses balik modal.
"Perhitungan awal menunjukkan jika tingkat keterisian penumpang hanya 50 persen, waktu balik modal bisa memakan waktu hingga 139 tahun," kata Esther kepada Jpnn.com, Kamis (10/9).
Selain soal okupansi, Esther juga menyoroti adanya variabel penentu lain yang memengaruhi durasi pengembalian modal.
Tekanan keuangan proyek semakin berat akibat adanya penyesuaian kurs dolar serta pembengkakan biaya investasi.
















































