jpnn.com, BATAM - PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak usaha PT Arsari Tambang dan Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte. Ltd menandatangani MoU untuk memperkuat hilirisasi industri timah Indonesia melalui pengembangan produk solder bernilai tambah, penguatan teknologi dan kualitas, serta perluasan akses pasar.
Penandatanganan MoU berlangsung di pabrik STANIA di Batam dengan tema “Strengthening Indonesia’s Downstreaming Industry through Strategic Partnership” atau “Memperkuat Hilirisasi Industri Timah Indonesia melalui Kemitraan Strategis.”
STANIA merupakan bagian dari ekosistem hilirisasi timah PT Arsari Tambang yang terintegrasi dari pertambangan hingga produk hilir. Pabrik STANIA di Batam diresmikan pada Juli 2025 dengan kapasitas awal 2.000 ton per tahun dan saat ini memproduksi solder bar, serta mengembangkan produk solder bernilai tambah lebih tinggi.
Aryo P. S. Djojohadikusumo selaku Direktur Utama PT Arsari Tambang sekaligus Wakil Presiden Direktur Arsari Group mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari visi besar Arsari Group untuk membangun ekosistem industri masa depan Indonesia.
“Kerja sama hari ini bukan hanya tentang pengembangan produk solder, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun rantai nilai yang menghubungkan sumber daya alam, material bernilai tambah, manufaktur, hingga teknologi masa depan,” ujar dia.
Arsari Group saat ini mengembangkan ekosistem teknologi dan artificial intelligence (AI) melalui RAIA Grid, yang mencakup connectivity, fiber, data center, cloud, high-performance computing, hingga AI.
Arsari Group juga tengah mempersiapkan kemampuan GPU assembly di Indonesia.
Menurut Aryo, pengembangan ekosistem tersebut membutuhkan industri dan supply chain pendukung.
















































