jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup mengatakan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menjangkau level kawasan regional untuk mencegah krisis asap lintas negara.
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Rizal Irawan mengatakan bersama negara-negara tetangga, Indonesia memantau arah angin dan trajektori asap.
"Untuk mencegah krisis transboundary haze atau polusi asap lintas batas secara ilmiah dan transparan berdasarkan peta BMKG," ucap Rizal dalam keterangannya, pada Senin (31/8).
Langkah terpadu itu menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya menanggulangi karhutla di tingkat lokal, tetapi juga menjaga stabilitas kualitas udara regional.
“Melalui sinergi antara operasi lapangan dan pemantauan lintas batas, diharapkan potensi krisis asap dapat ditekan sedini mungkin demi melindungi kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan,” kata dia.
Menurut Rizal, penanganan intensif terus dikerahkan di lapangan untuk menangani karhutla yang dilakukan secara masif melalui operasi darat dan udara.
Sampai saat ini, kata dia, beberapa wilayah Kalimantan dan Sumatera dalam kondisi menghadapi kebakaran hutan dan lahan, serta penurunan kualitas udara.
“Operasi udara melibatkan puluhan helikopter dan pesawat yang dikerahkan untuk water-bombing dan modifikasi cuaca, sedangkan operasi darat didukung ribuan personel gabungan yang siaga 24 jam di titik-titik rawan," jelasnya. (dit/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:








































