jpnn.com, JAKARTA - Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan terus mengalami tekanan pada pekan ini.
Rupiah diprediksi akan melemah hingga menyentuh level Rp 17.550 per dolar AS dalam waktu dekat.
Ibrahim memproyeksi mata uang Garuda akan terus ambles hingga mencapai level psikologis Rp 18.000 per dolar AS pada akhir Mei 2026.
"Ada kemungkinan besar Rupiah ini akan kembali melemah di level Rp 18.000," ujar Ibrahim dalam keterangan video yang diterima media, Rabu (13/5).
Kondisi geopolitik global, khususnya bayang-bayang konflik di Timur Tengah, masih menjadi faktor eksternal utama yang menekan posisi rupiah.
Ketegangan yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat dinilai belum menunjukkan tanda-tanda
mereda.
Ibrahim menjelaskan upaya gencatan senjata antara kedua negara tersebut terus memudar.











































