jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf berharap pelaksanaan muktamar tidak dijadikan sebagai ajang batu loncatan politik.
Forum tertinggi di lingkungan organisasi tersebut harus steril dari kepentingan menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
“Bahwa muktamar ini tidak menjadi ajang semacam batu loncatan untuk Pemilu 2029,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yahya ini di Jakarta, Rabu (13/5).
Gus Yahya mengatakan pesan tersebut telah berulang kali disampaikan selama hampir lima tahun kepemimpinannya di PBNU. Karena itu, PBNU akan mengupayakan agar muktamar tidak dimanfaatkan sebagai arena untuk kepentingan politik elektoral.
Terkait mekanisme pencalonan dalam Muktamar, ia menyebut tidak ada kewajiban bagi calon untuk mundur dari jabatan struktural, utamanya di pemerintahan, terlebih dahulu. Namun demikian, terdapat aturan mengenai larangan rangkap jabatan yang harus diperhatikan.
“Yang jelas ada larangan rangkap jabatan dalam soal itu,” katanya.
Ia menegaskan untuk bisa meyakinkan bahwa calon tersebut layak untuk dipilih, maka calon tersebut mesti memperlihatkan kelayakannya dan memastikan bahwa tidak ada hambatan yang dapat memengaruhi proses pencalonannya.
Saat ini, Menteri Agama Nasaruddin Umar diisukan tengah didorong untuk maju sebagai kandidat calon ketua umum PBNU. Di sisi lain, Gus Yahya juga mengisyaratkan akan kembali maju untuk menuntaskan janji saat muktamar di Lampung.











































