jpnn.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong mutu pendidikan vokasi sebagai pilar strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan adaptif sesuai tuntutan zaman. Melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, pemerintah telah membangun dan merenovasi 1.008 ruang praktik siswa (RPS) guna mendukung transformasi SMK yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Dalam acara Bincang Santai Media yang digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (12/5), Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya membangun ruangan, tetapi juga ekosistem pendidikan.
Dirjen Tatang menyebut bahwa dampak revitalisasi dalam membangun ekosistem dan transformasi pendidikan vokasi di Indonesia mulai dirasakan saat ini. Salah satunya adalah melalui pembangunan RPS yang mendukung pembelajaran praktik di SMK.
Menurut Dirjen Tatang, selain keterbatasan daya tampung, masih banyak SMK belum memiliki RPS yang memadai. Padahal, RPS penting untuk mendukung pembelajaran vokasional yang optimal melalui _project based learning_ (PBL) atau pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis industri (_teaching factory_) yang menjadi salah satu kekhasan pembelajaran di SMK.
“Kalau kekurangan ruang belajar di SMK masih bisa diatasi karena setiap tahunnya, anak kelas dua belas melakukan PKL (Praktik Kerja Lapangan). Jadi, ruangan kelas bisa bergantian. Namun, untuk ruang praktik siswa, masih ada sekitar 60 persen SMK yang belum memiliki ruang praktik yang memadai,” kata Dirjen Tatang.
Oleh karena itu, program Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan pembangunan RPS ini secara perlahan mulai dapat mengatasi kendala keterbatasan ruang praktik tersebut.
“Ruang praktik siswa yang memadai sangat penting, baik di SMK, SLB, maupun PKBM. Di SMK, ruang praktik ini bisa menjadi area pembelajaran bagi siswa sehingga mereka bisa mengetahui tujuan dan capaian dari pembelajaran yang mereka lakukan,” kata Dirjen Tatang.
Selama 2025 Kemendikdasmen telah merevitalisasi 1.465 SMK. Total sarana dan prasarana yang telah dibangun mencapai 7.586 unit, yang meliputi ruang kelas, ruang praktik siswa, perpustakaan, hingga sarana prasarana pendukung lainnya, seperti toilet, ruang guru, dan sebagainya.











































