USD Jadi Rp18.000, Ada Tekanan Faktor Eksternal, tetapi Domestik Juga Berat soal Fiskal

3 hours ago 17

USD Jadi Rp18.000, Ada Tekanan Faktor Eksternal, tetapi Domestik Juga Berat soal Fiskal

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kurs rupiah terus melemah sehingga nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) melewati level Rp18.000 pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Foto/ilustrasi: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat valuta asing atau valas  Ibrahim Assuaibi menganalisis penyebab nilai tukar rupiah kembali anjlok sehingga kurs dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis (4/6/2025) menembus angka Rp18.000. Menurut analisisnya, faktor eksternal masih menjadi pemicu merosotnya mata uang Indonesia tersebut terhadap USD.

Ibrahim menuturkan konflik Iran dengan AS yang sampai saat ini terus memanas meskipun secara sporadis tidak begitu besar.

Di sisi lain, Israel terus memperluas wilayahnya di sisi selatan Libanon sehingga membuat Iran gerah dan siap terlibat konfrontasi demi membela negeri sarat konflik itu dalam mempertahankan kedaulatannya.

"Ini membuat satu ketegangan tersendiri  terhadap kondisi global," kata Ibrahim dalam pesan video. 

Selain, itu kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah juga masih menjadi pemicu terbesar pelemahan rupiah. Ibrahim menyebut hal itu memicu kenaikan biaya transportasi logistik sehinga berdampak laing pada inflasi.

Ibrahim menyebut inflasi tinggi itu berisiko memicu bank sentral AS yang dikenal dengan sebutah Federal Reserve atau The Fed kemungkinan besar mempertahankan suku bunga tinggi. Ada potnsi The Fed menaikkan suku bunga dalam tahun ini setidaknya sekali. 

"Ini mengindikasikan inflasi di Amerika akibat dari penutupan Selat Hormuz begitu luar biasa dampaknya," tuturnya.

Saat ini, harga bahan bakar minyak di Amerika terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Oleh karena itu, Ibrahim tak heran dengan USD yang terus mengalami penguatan, sedangkan rupiah kian tertekan. 

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menganalisa penyebab nilai tukar rupiah tembus hingga Rp 18.000 per Dolar AS pada Kamis (4/6).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |