jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2026 sebagai ajang pengembangan talenta sains bagi peserta didik jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat.
Ajang yang memasuki penyelenggaraan ke-25 ini bertujuan mengembangkan potensi dan kompetensi murid sejak dini, terutama dalam penguatan kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan OSN menjadi ruang strategis untuk menemukan dan membina talenta-talenta terbaik Indonesia di bidang sains.
“OSN kami tempatkan sebagai ruang tumbuh bagi murid untuk mengasah nalar ilmiah, keberanian berkompetisi, sekaligus karakter jujur dan sportif,” ungkap Maria dalam taklimat media, Kamis (4/6).
Tahun ini, jumlah pendaftar OSN mencapai 941.692 peserta, meningkat 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 806.285 peserta. Rinciannya, OSN SD diikuti 418.918 peserta, OSN SMP 224.819 peserta, dan OSN SMA 297.955 peserta.
“Karena itu, pelaksanaan OSN 2026 tidak hanya menekankan capaian prestasi, tetapi juga integritas proses sejak tingkat kabupaten/kota hingga nasional,” lanjutnya.
Suhari menilai peningkatan jumlah pendaftar menunjukkan semakin kuatnya antusiasme murid, sekolah, dan pemerintah daerah terhadap pembinaan talenta sains.
“Ini menjadi sinyal positif bahwa ekosistem pembinaan prestasi di bidang sains terus bergerak dan semakin inklusif,” tambahnya.







































