jpnn.com, JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengaku sejak lama sudah mengingatkan Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan perbaikan tata kelola.
Hal demikian dikatan Said menyikapi ditahannya eks tiga pimpinan BGN oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6).
"Saya sejak awal bolak-balik menyatakan kelemahan BGN sebagai prioritas yang menjadi andalan Bapak Presiden (Prabowo Subianto, red) ialah pada aspek tata kelolanya," kata dia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6).
Said menyebutkan BGN seharusnya berfokus mengeksekusi Makan Bergizi Gratis (MBG) ketimbang hal lain yang tak berhubungan dengan program tersebut.
"Itu yang saya sampaikan bolak-balik dan fokus ke MBG, bukan fokus kepada insentif, fokus pada sepeda motor, fokus pada iPad itu tidak ada hubungan sama sekali," ujar dia.
Diketahui, Kejagung menahan mantan Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Dadan Hindayana serta Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya pada Rabu malam.
Kejagung menahan ketiganya karena menjadi tersangka tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada BGN tahun 2025–2026.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan bahwa sejak 6 Januari 2025, pemerintah telah melaksanakan program MBG yang merupakan program prioritas nasional yang diselenggarakan melalui BGN dalam bentuk pemberian makan bergizi secara gratis.







































