jpnn.com, JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) Said Abdullah menyebut pelemahan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sudah melewati batas level psikologis. Pada Kamis (4/6), kurs USD sudah menembus Rp 18.000.
"Itu (kurs USD, red) seharusnya paling tinggi maksimal tidak boleh melebihi batas di Rp17.600," kata Said di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/6).
Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menambahkan pelemahan rupiah disertai dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) minus sekitar 3,04 persen pada perdagangan Kamis ini.
Said pun mendorong Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) mengeluarkan sinergi bauran fiskal dan moneter untuk menyikapi pelemahan rupiah yang disertai anjloknya IHSG.
"Manfaatkan itu (forum KSSK, red) sebaik-baiknya sambil mulai membenahi tata kelola di kebijakan fiskal," ujar Said.
Legislator asal Madura itu juga berharap agar para pelaku usaha dan investor membangun optimisme dengan meminta pemerintah melakukan mitigasi terhadap terus-menerus pelemahan rupiah ini.
"Mitigasinya itu sebenarnya bagaimana, sih, sesungguhnya pemerintah mampu membuat ekosistem kepastian hukum," kata dia.
Said mengatakan tata kelola kebijakan yang transparan juga bisa menjadi mitigasi pelemahan rupiah tak terus terjadi.







































