jakarta.jpnn.com - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) mengapresiasi langkah cepat dan responsif Polri dalam menghadapi berbagai persoalan kebencanaan, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta aktivitas erupsi gunung api di sejumlah wilayah Indonesia.
PP HIMMAH menilai kehadiran Polri dalam situasi bencana tidak hanya menunjukkan kesiapan institusi dalam menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga memperlihatkan kepedulian terhadap keselamatan dan kepentingan masyarakat.
Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution mengatakan kehadiran personel Polri di tengah masyarakat dalam situasi darurat merupakan bentuk nyata pengabdian kepada rakyat.
“Polri terus bekerja maksimal dalam menangani berbagai kejadian dan gejala alam di Indonesia, termasuk persoalan kebakaran hutan dan lahan serta aktivitas erupsi gunung api. Ini adalah bukti bahwa Polri adalah polisi rakyat karena bekerja semaksimal mungkin dengan mengutamakan keselamatan dan kepentingan masyarakat,” ujar Abdul Razak Nasution, Kamis (10/9).
Menurut Razak, tantangan kebencanaan yang dihadapi Indonesia membutuhkan respons cepat, koordinasi lintas sektor, serta kehadiran aparat negara sampai ke tengah masyarakat.
“Sama-sama kita lihat, negara kita dalam beberapa waktu terakhir menghadapi persoalan kebencanaan yang tidak ringan. Di satu sisi kita menghadapi ancaman karhutla, sementara di sisi lain aktivitas vulkanik juga terjadi di sejumlah gunung api. Kondisi seperti ini membutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh elemen bangsa,” katanya.
Razak menilai langkah Polri dalam menghadapi karhutla patut diapresiasi karena tidak hanya mengedepankan tindakan pemadaman setelah kebakaran terjadi, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan, edukasi masyarakat, deteksi dini hingga penegakan hukum.
Hal tersebut sejalan dengan langkah Polri yang memperkuat pencegahan karhutla melalui pengerahan personel untuk edukasi dan penyuluhan di sejumlah wilayah rawan.













































