jpnn.com - JAKARTA - Revitalisasi satuan pendidikan yang menjadi salah satu program hasil terbaik cepat Presiden Prabowo Subianto mulai terlihat dampaknya.
Revitalisasi yang dimulai sejak 2025 itu membuat suasana sekolah-sekolah termasuk SMK dan SLB kian nyaman.
Multiplier effect revitalisasi satuan pendidikan juga terlihat pada penyerapan tenaga kerja.
Ekonomi juga bergerak karena ada transaksi jual beli material bahan bangunan.
Sistem swakelola yang diterapkan dalam revitalisasi satuan pendidikan ini membuat sekolah-sekolah lebih berinovasi.
Cukup banyak sekolah yang kreatif dalam merevitalisasi sekolahnya. Tidak sedikit pula yang awalnya menargetkan hanya tiga ruang kelas baru, tetapi kemudian bisa bertambah menjadi enam karena mampu mengelola dana revitalisasi dengan baik.
"Sebanyak 87 persen satuan pendidikan merasa nyaman dengan lingkungan belajar yang lebih baik," kata
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin.











































