jpnn.com, JAKARTA - Transformasi kerap dimulai dari upaya untuk membenahi hal-hal administratif.
Dalam korporasi besar, tantangan utamanya terletak pada pengelolaan data pembelanjaan yang tersebar, tidak terstruktur secara konsisten, serta data vendor yang beragam dan belum terhubung.
Pembenahan atas fondasi ini menjadi kunci agar data dapat terintegrasi menjadi satu kesatuan informasi yang utuh, rapi, dan mendukung proses bisnis secara lebih efektif.
PT ABM Investama Tbk (ABMM) menjawab tantangan tersebut melalui SPARROW (Spending Analytics for Strategic Procurement Workbench), platform pengadaan digital berbasis data yang dikembangkan secara internal.
Atas inovasi ini, ABMM meraih Silver Stevie Winner 2026 di ajang kompetisi The Asia-Pacific Stevie Awards untuk kategori Award for Innovation in Technology Management, Planning & Implementation. Penghargaan ini menandai komitmen ABMM dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan kebutuhan operasional perusahaan.
SPARROW dikembangkan oleh kolaborasi lintas fungsi yang melibatkan tim Procurement, Data Science, dan IT.
Platform ini memanfaatkan Large Language Model (LLM) dan Natural Language Processing (NLP) melalui fitur Smart Categorization Engine untuk melakukan standardisasi vendor dan kategorisasi barang secara otomatis, sehingga data pengadaan yang sebelumnya tersebar dapat diolah menjadi insight strategis.
“Silver Stevie Winner 2026 merefleksikan kemampuan perusahaan dalam membangun inovasi secara mandiri. Secara bisnis, pencapaian ini juga meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memvalidasi keunggulan kualitas ABMM di tingkat regional Asia Pasifik,” kata Direktur Utama ABMM Achmad Ananda Djajanegara.











































