jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memastikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa di kawasan Tembok Dukuh telah melalui pemeriksaan sebelum dikonsumsi. Hal itu disampaikan setelah adanya insiden 200 siswa keracunan seusai menyantap MBG.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pengecekan makanan dilakukan secara menyeluruh mulai dari aroma, rasa hingga kondisi lauk sebelum MBG didistribusikan ke sekolah-sekolah.
Menurut Eri, saat proses pemeriksaan tidak ditemukan indikasi makanan dalam kondisi basi ataupun tidak layak konsumsi. Namun, beberapa jam setelah makanan disantap, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual dan muntah
“Tidak ada yang menjurus ke basi atau lainnya saat dicek. Tapi setelah dua jam baru muncul kejadian itu,” ujar Eri, Selasa (12/5).
Pemkot Surabaya kini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti siswa mengalami gangguan kesehatan. Sampel makanan telah diperiksa di laboratorium Kementerian Kesehatan di Karang Menjangan.
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya dr Billy Daniel Messakh mengatakan hingga kini terdapat lima siswa yang menjalani perawatan di RSIA IBI Surabaya akibat mengalami muntah dan diare.
Selain melakukan pendampingan terhadap siswa yang dirawat, Dinkes Surabaya juga melakukan skrining kesehatan di sekolah guna memastikan kondisi siswa lainnya tetap aman.
“Hasil laboratorium kemungkinan keluar lima sampai tujuh hari lagi, jadi kami masih menunggu penyebab pastinya,” kata Billy. (mcr23/jpnn)








































