jpnn.com, MAKASSAR - Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana menginstruksikan anggotanya menembak di tempat para pelaku kejahatan dan geng motor yang mengancam nyawa masyarakat.
Langkah ekstrem ini diambil sebagai respons atas maraknya teror senjata tajam yang meresahkan warga Kota Makassar.
"Kalau memang pelaku kejahatan itu sudah mengancam nyawa masyarakat, perintah saya tembak di tempat. Ada polisi di situ, dia mengancam nyawa masyarakat di situ dengan parang atau mungkin dengan senjata lainnya, tembak di tempat," ucapnya menegaskan saat rilis kasus di Mapolrestabes Makassar, Sulawesi Selatan.
Penyataan tersebut merespons perilaku geng motor yang marak terjadi di Kota Makassar hingga menimbulkan teror serta keresahan masyarakat. Akibatnya, dari ulah mereka menyerang dengan senjata tajam mengakibatkan orang tidak bersalah terluka.
Penegasan itu juga berlaku bila mana mengancam jiwa anggota polisi yang sedang bertugas. Tindakan tegas dan terukur diizinkan selama itu dapat membahayakan personel di lapangan.
"Kalau mengancam jiwa anggota kepolisian yang sedang bertugas, tembak di tempat. Perintah saya begitu. Tapi, kalau memang tidak mengancam, ya dilakukan upaya-upaya yang tegas tapi terukur," katanya.
Kendati demikian, kata mantan Kapolres Metro Depok ini, personel di lapangan tetap ditekankan mengedepankan penindakan secara preventif dan presuasif, kecuali terpaksa.
"Tidak serta merta langsung menembak, tidak akan seperti itu," tuturnya merespons pertanyaan wartawan.











































