Gunung Merapi Meluncurkan 25 Kali Guguran Lava dalam Sehari

3 hours ago 11

Selasa, 15 September 2026 – 12:45 WIB

Gunung Merapi Meluncurkan 25 Kali Guguran Lava dalam Sehari - JPNN.com Jogja

Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava. Foto: BPPTKG

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat aktivitas kegempaan dan guguran lava Gunung Merapi masih mendominasi kawasan puncak pada Senin (14/9/2026).

Hingga saat ini, status gunung api aktif yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu bertahan pada Level III atau Siaga.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan data pemantauan terbaru mengindikasikan bahwa proses suplai magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih berlangsung secara konsisten.

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih terus berlangsung. Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam kawasan area potensi bahaya," ujar Agus Budi Santoso dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9).

Berdasarkan pengamatan meteorologi dan visual sepanjang periode 14 September 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, cuaca di sekitar Gunung Merapi terpantau cerah hingga mendung dengan angin lemah berembus ke arah barat.

Suhu udara berkisar antara 15,5–28,6 derajat celsius. Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut, sementara asap kawah berwarna putih berintensitas tipis teramati membubung hingga tinggi 25–40 meter di atas puncak.

Dari sisi aktivitas kegempaan, tim penyusun laporan BPPTKG mencatat peningkatan frekuensi gempa guguran dan gempa fase banyak:

  • Gempa Guguran: 96 kali (Amplitudo: 2–69 mm, Durasi: 24,94–180,53 detik)
  • Gempa Hybrid/Fase Banyak: 66 kali (Amplitudo: 2–34 mm, S-P: 0,3–0,8 detik)
  • Gempa Vulkanik Dangkal: 3 kali (Amplitudo: 3 mm)
  • Gempa Tektonik Jauh: 3 kali (Amplitudo: 28–72 mm)

BPPTKG juga merekam terjadi 25 kali guguran lava ke arah Barat Daya, meliputi alur Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak—dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter (2 km).

Gunung Merapi masih berstatus siaga karena aktivitas vulkanis yang cukup tinggi. Dalam sehari meluncurkan 25 kali guguran lava.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |