jpnn.com, TANGERANG SELATAN - Universitas Terbuka (UT) bersiap memperluas pendidikan vokasi dengan membuka sejumlah program studi baru mulai 2027.
Berbeda dengan penerimaan mahasiswa UT selama ini, calon mahasiswa Sekolah Vokasi nantinya juga akan melalui proses seleksi masuk.
Direktur Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Dr. Mohamad Yunus mengatakan kebijakan tersebut tidak terlepas dari karakter pendidikan vokasi yang menempatkan kemampuan praktik sebagai bagian utama pembelajaran.
Menurut dia, sekitar 60-70 persen proses pendidikan vokasi diarahkan pada keterampilan praktis sehingga mahasiswa harus mendapatkan bimbingan, tempat praktik, hingga pengalaman magang yang memadai.
"Orientasinya adalah kemampuan siap kerja. Artinya apa? Skill. Skill 60-70 persen itu harus dimiliki lulusan, yang kalau dia selesai di vokasi, dia harus sudah siap ditempatkan," kata Yunus dalam Seminar Nasional Sekolah Vokasi UT 2026 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (15/9).
Seminar bertema “Learn, Link, Lead: Empowering Vocational Talent through Academia–Industry Collaboration” tersebut menjadi bagian dari peringatan satu tahun berdirinya Sekolah Vokasi UT.
Kegiatan itu sekaligus mempertemukan perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan ekosistem ekonomi kreatif.
Dalam kegiatan tersebut, Sekolah Vokasi UT juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan sejumlah mitra sebagai upaya memperluas pembelajaran berbasis praktik, pengembangan kompetensi, dan jejaring dengan dunia industri.

















































