jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Universitas Padjadjaran (Unpad) mendorong hasil riset dan inovasi yang lahir dari lingkungan kampus tidak berhenti sebagai capaian akademik, tetapi bisa masuk ke tahap implementasi dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Upaya itu salah satunya diwujudkan melalui UNPAD Innovation Day 2026 yang mempertemukan akademisi dengan pelaku industri, pemerintah, komunitas, investor, hingga masyarakat.
Kegiatan yang mengusung tema Innovate, Connect, Impact tersebut digelar pada 12–13 September 2026 di Atrium Cibadak, Summarecon Mall Bandung.
Sebanyak 68 exhibitor ambil bagian dengan membawa berbagai inovasi dalam lima kategori, yakni kesehatan, teknologi, teknologi kesehatan, pangan dan pertanian, serta skincare.
Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Unpad Prof. Rizky Abdulah mengatakan, kampus membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak untuk mengembangkan hasil riset agar semakin relevan dan aplikatif.
Menurut dia, tantangan inovasi bukan hanya menghasilkan temuan baru, tetapi memastikan temuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dikembangkan bersama pihak yang membutuhkan.
“UNPAD membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi industri, pemerintah, investor, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengembangkan riset dan inovasi yang relevan, aplikatif, dan bernilai tambah,” kata Rizky dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Selasa (15/9/2026).
Dia menegaskan, hasil inovasi yang lahir dari Unpad diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik.














































