Tenun Kluwung Barik Karya Dosen Unesa Dipamerkan di Ajang Internasional di Bali

1 day ago 27

Kamis, 16 Juli 2026 – 11:06 WIB

Tenun Kluwung Barik Karya Dosen Unesa Dipamerkan di Ajang Internasional di Bali - JPNN.com Jatim

Karya tenun kluwung Barik karya dosen UNESA dipamerkan di ARMA Museum Bali. Memanfaatkan serat daun nanas Kelud, karya ini mengangkat inovasi dan keberlanjutan. Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Karya tenun kluwung bertajuk Barik karya dosen Program Magister Terapan Industri Kreatif Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr Sn Inty Nahari, S.Pd., M.Ds., tampil dalam pameran kriya internasional Becoming: Prakriti–Pustaka–Padma di Agung Rai Museum of Art (ARMA) Museum, Ubud, Bali.

Pameran hasil kolaborasi ARMA Museum dengan Program Studi Kriya Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Bali itu menghadirkan 79 karya dari 50 seniman dan praktisi kriya asal delapan negara, yakni Indonesia, Belanda, Amerika Serikat, India, Iran, Jerman, Kenya, dan Swiss.

Inty mengatakan Barik memanfaatkan serat daun nanas dari kawasan Kelud sebagai material utama. Serat alam tersebut diolah dengan tetap mempertahankan karakter alaminya, mulai dari tekstur, ketebalan, warna, hingga garis-garis yang terbentuk selama proses pengolahan.

"Barik merupakan karya tenun kluwung yang menggunakan serat daun nanas dari kawasan Kelud. Material alam tersebut diolah dengan tetap mempertahankan karakter seratnya, mulai dari tekstur, ketebalan, warna, hingga garis-garis alami yang terbentuk selama proses pengolahan," ujar Inty dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7).

Menurut dia, karya tersebut mengajak publik melihat kain bukan sekadar produk akhir, melainkan ruang perjumpaan antara alam, pengetahuan tradisional, pengalaman manusia, dan perjalanan waktu.

"Setiap garis yang hadir pada permukaan tenunan menyimpan gerak. Ada ritme yang teratur sekaligus tidak terduga, seolah memperlihatkan bahwa alam tidak pernah sepenuhnya tunduk pada kehendak manusia," katanya.

Keunikan Barik terletak pada pemanfaatan karakter alami serat daun nanas. Perbedaan tekstur dan warna yang dipengaruhi cahaya matahari, hujan, udara, hingga kondisi tanah tidak dihilangkan, tetapi justru dipertahankan sebagai identitas visual karya.

Melalui teknik tenun kluwung, serat-serat tersebut disusun tanpa menghilangkan sifat alaminya sehingga menghasilkan komposisi yang memperlihatkan keseimbangan antara keteraturan dan keacakan.

Dosen Unesa memperkenalkan karya tenun kluwung Barik berbahan serat daun nanas Kelud dalam pameran kriya internasional di ARMA Museum, Bali.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |