Penjelasan Brigjen TNI Donny soal Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, 1 Prajurit Tewas

3 hours ago 19

Penjelasan Brigjen TNI Donny soal Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, 1 Prajurit Tewas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat jumpa pers dengan awak media di Malaka Toast, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026) (ANTARA/Walda Marison)

jpnn.com - Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadisenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyebut pihaknya telah membentuk tim investigasi untuk mencari tahu penyebab meledaknya Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) TNI di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis.

"Kami membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman dan investigasi secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut," kata Donny saat jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Penjelasan Brigjen TNI Donny soal Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, 1 Prajurit TewasSejumlah personel TNI bersiaga di sekitar RSUD Caruban Kabupaten Madiun setelah kejadian ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) milik TNI AD yang berlokasi di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026). ANTARA/Rindhu DK

Berdasarkan informasi yang dimiliki Donny, gudang tersebut meledak saat prajurit sedang melakukan perawatan dan pemeliharaan amunisi.

"Berdasarkan laporan awal yang kami terima, insiden terjadi saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi di salah satu gudang penyimpanan," ungkapnya.

Namun, dia tidak bisa menjelaskan secara rinci apa penyebab utama meledaknya gudang amunisi itu.

Donny juga tidak bisa menjelaskan secara rinci jenis amunisi yang menjadi pemicu utama terjadinya ledakan.

Brigjen Donny mengatakan akibat insiden itu, satu prajurit tewas dan enam orang lainnya mengalami luka ringan hingga berat.

Kadisenad Brigjen TNI Donny Pramono menyebut ledakan gundang amunisi di Madiun terjadi saat ada perawatan rutin. Satu prajurit tewas dan enam orang luka-luka.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |