jpnn.com, BANDUNG - Aksi begal kembali menjadi sorotan di Kota Bandung.
Polrestabes Bandung mengakui kejahatan jalanan tersebut kembali marak setelah sedikitnya empat kasus pencurian dengan kekerasan terjadi dalam dua bulan terakhir di sejumlah lokasi dengan modus yang berbeda-beda.
Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi Wahyudi mengatakan, pihaknya menerima banyak masukan dari masyarakat terkait meningkatnya aksi begal di Kota Bandung.
"Kami dari Polrestabes Bandung menanggapi adanya masukan dari masyarakat Bandung, di mana aksi begal mulai kembali marak di Kota Bandung," kata Dedi di Mapolrestabes Bandung, Jumat (17/7).
Merespons kondisi tersebut, Polrestabes Bandung meningkatkan patroli malam melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).
Setiap polsek kini menempatkan personel di sedikitnya empat hingga lima titik rawan, terutama pada jam-jam dini hari yang dinilai rawan terjadi tindak kriminal.
"Kami meningkatkan kegiatan-kegiatan patroli malam, di mana kegiatan tersebut yang disebut dengan KRYD, kegiatan rutin yang ditingkatkan, dan Alhamdulillah seluruh Polsek paling minim itu menjaga sekitar 4-5 titik. Di mana pada saat malam hari, terutama di jam-jam rawan, jam-jam kecil, kami mengintensifkan untuk patroli lebih baik," ujarnya.
Dedi menegaskan kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan jalanan. Sesuai arahan pimpinan, polisi akan bertindak tegas terhadap para pelaku begal.










































