jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo meminta tersangka kasus korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak membuat narasi yang terkesan mengancam terhadap pengusutan perkara.
Hal demikian dikatakan dia menyikapi langkah tersangka korupsi program MBG, yakni Sony Sonjaya yang siap buka-bukaan terkait keterlibatan eksekutif dan legislatif dalam perkara tersebut.
"Itu, kan, narasi-narasi yang saya anggap itu apa, ancaman dan harapan," kata dia saat dihubungi, Jumat (5/6).
Lallo mempersilakan Sony menyampaikan keterangan secara detail ke penyidik kejaksaan selaku pengusut perkara korupsi pada program MBG, ketimbang berbicara narasi bernuansa ancaman ke publik.
"Kalau saya, lebih baik seorang tersangka ini buka saja, dalam arti di BAP (Berita Acara Pemeriksaan, red), enggak usah ngomong. Nah, kan, lebih bagus seperti itu, kan," ungkapnya.
Lallo sendiri menilai langkah Sony yang siap buka-bukaan memang harus dilakukan seseorang agar perkara menjadi terang.
"Artinya, kalau kasus itu mau dibuka terang-benderang, memang harus diungkap apa adanya dan sebenarnya, kan, seperti itu," kata legislator fraksi NasDem itu.
Lallo mengingatkan keterangan tersangka menjadi berarti dan bisa ditindaklanjuti penyidik ketika dituangkan dalam BAP.









































