Inflasi Terkendali dan Perbankan Sehat, Ekonom Nilai Fundamental Ekonomi RI Kuat

2 hours ago 15

Inflasi Terkendali dan Perbankan Sehat, Ekonom Nilai Fundamental Ekonomi RI Kuat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Chief Economist Bank Permata Josua Pardede menyampaikan materi dalam acara "Komunita Economic Talk" bertajuk "Membaca Tantangan dan Peluang Ekonomi Indonesia Saat Ini" di Jakarta, Jumat (5/6/2026). ANTARA/HO-Humas Kemenkeu

jpnn.com, JAKARTA - Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, mengimbau masyarakat untuk tidak merespons dinamika global saat ini secara berlebihan.

Ia menegaskan sejumlah indikator utama menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia masih terjaga dengan sangat baik.

“Yang perlu dipahami adalah bahwa kondisi saat ini merupakan fase penyesuaian terhadap dinamika global, bukan sinyal krisis. Karena itu, yang lebih penting adalah menjaga optimisme yang rasional berdasarkan data dan fundamental ekonomi yang ada,” kata Josua dalam Komunita Economic Talk, sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Ia mencatat bahwa aktivitas konsumsi masyarakat masih tumbuh, inflasi berada dalam rentang yang terkendali, sektor perbankan tetap sehat, dan APBN masih mampu menjalankan fungsinya sebagai instrumen stabilisasi ekonomi. Di tengah berbagai tekanan global, indikator-indikator tersebut menjadi penopang penting bagi stabilitas ekonomi nasional.

Josua menjelaskan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tercermin dari sejumlah indikator makro yang masih menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada pada level yang relatif tinggi, sementara inflasi masih terjaga sehingga mendukung stabilitas daya beli masyarakat.

Konsumsi rumah tangga yang menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga masih menunjukkan pertumbuhan yang solid. Selain itu, peningkatan konsumsi pemerintah pada awal tahun turut memberikan dukungan terhadap aktivitas ekonomi domestik.

Dari sisi pasar keuangan, aliran modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) masih mencatatkan kinerja positif. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa investor tetap menaruh kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang meningkat.

Menanggapi kekhawatiran publik mengenai pelemahan rupiah, Josua menilai kondisi tersebut perlu ditempatkan dalam konteks global yang lebih luas. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) akibat tingginya suku bunga di negara maju serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik telah memberikan tekanan terhadap banyak mata uang dunia.

Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, mengimbau masyarakat untuk tidak merespons dinamika global saat ini secara berlebihan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |