jateng.jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) buka suara tentang polemik rencana proyek pengembangan energi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin menyatakan kesiapannya menjembatani aspirasi masyarakat terhadap dampak proyek geotermal yang akan di bangun seluas 29.800 hektare di Kabupaten Semarang dan Kendal tersebut.
“Jadi, ini kan keputusan izin dari pemerintah pusat. Saat ini, kami masih mendalami, kami di pemerintah provinsi siap menjembatani aspirasi masyarakat,” kata Gus Yasin, sapaan karibnya seusai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung Berlian DPRD Jateng, Kota Semarang, Kamis (3/9).
Menurut Gus Yasin, setiap kekhawatiran masyarakat terhadap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) itu merupakan masukan penting untuk didiskusikan bersama agar ditemukan solusi terbaik bagi seluruh pihak.
Dia menjelaskan bahwa jajaran Pemprov Jateng sedang mengumpulkan dan mengkaji data-data teknis mengenai dampak pengembangan potensi geotermal.
Gus Yasin juga menekankan bahwa setiap aktivitas di sektor pertambangan dan energi yang bersinggungan langsung dengan permukiman, harus memprioritaskan faktor keselamatan, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan proyek.
“Kebijakan nasional berfokus pada pengembangan energi hijau. Pemanfaatan energi terbarukan tidak boleh sampai merusak ekosistem lingkungan hidup,” ujarnya.
Untuk diketahui, potensi energi panas bumi yang dihasilkan mencapai 55 Megawatt (MW). Dengan potensi tersebut, diperkirakan menyumbang 4-5 persen total bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Jawa Tengah. (ink/jpnn)






































