jpnn.com, JAKARTA - Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), Bonar Tua Halomoan Marbun menilai target lifting minyak nasional sebesar 612.500 barel per hari (bph) pada 2027 realistis.
Menurut Bonar, target tersebut dapat diwujudkan selama peningkatan produksi dilakukan dengan mengikuti kaidah, standar, pengalaman, serta praktik terbaik yang berlaku di industri migas internasional.
“Kalau ditanyakan apakah target peningkatan lifting menjadi sekitar 612 ribu barel minyak per hari itu masuk akal, jawabannya iya, make sense,” kata Bonar, Kamis (3/9).
Pemerintah mengusulkan target lifting minyak pada 2027 sebesar 612.500 bph, naik dibandingkan target 2026 sebesar 610.000 bph. Sementara itu, target lifting gas pada 2027 ditetapkan sebesar 954.000 barel setara minyak per hari (boepd), turun dari target 2026 sebesar 984.000 boepd.
Optimisme terhadap peningkatan lifting tersebut salah satunya ditopang program penataan dan optimalisasi sumur minyak masyarakat.
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya sebelumnya memperkirakan produksi sumur masyarakat dapat meningkat hingga sekitar 30.000 bph apabila program yang mulai berjalan pada 2026 dapat dioptimalkan pada 2027.
Oleh karena itu, Bonar menilai sumur rakyat memang dapat menjadi salah satu sumber tambahan produksi minyak nasional.
Saat ini, menurut dia, produksi dari sumur rakyat yang telah aktif berada di kisaran 2.000 bph. Meski kontribusinya masih relatif kecil dibandingkan produksi nasional, peningkatan produksi dari sektor tersebut tetap menjadi langkah positif.









































