jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta seluruh pihak tetap waspada dan bersama-sama mengatasi persoalan karhutla di berbagai daerah.
Eks Plt Wakil Kepala Otorita IKN itu mengatakan September menjadi periode penting dalam penanganan karhutla.
"Sekali lagi, puncak karhutla ini bulan September. Ini medan perjuangan, ladang perjuangannya justru di September ini,” kata dia setelah meninjau penanganan karhutla di Jambi seperti dikutip Kamis (3/9).
Raja Juli mengatakan kasus karhutla di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menunjukkan peningkatan titik panas atau hotspot.
Eks Wamen ATR/BPN itu meminta peningkatan titik panas membuat semua elemen memprioritas penanganan karhutla secara nasional.
Menhut sendiri telah melakukan pemantauan udara kondisi karhutla Jambi, bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Jambi Al Haris, TNI dan Polri.
Raja Juli menekankan penting menjaga kondisi karhutla di Jambi yang mulai terkontrol, terutama mencegah penambahan hotspot melalui pengecekan rutin.
“Khusus di Jambi seperti yang saya katakan tadi, trennya baik. Bahkan per hari kemarin hotspotnya 0. Cuman itu data per jam 23.59 hari yang lalu. Ternyata pagi hari ini bertambah hotspot-nya," ujarnya.









































