kalsel.jpnn.com, JAKARTA - Jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menemui Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Abdullah Al-Amudi di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta. Pada pertemuan itu ditegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi antarnegara di kawasan.
“Karena perang ini merugikan semua pihak, maka PBNU mendorong terjadinya solusi diplomatik, mengharapkan semua pihak menghentikan perang saat ini, dan akan mengajak ormas-ormas Islam yang lain untuk mendukung sikap seperti ini, juga mendorong Pemerintah Indonesia untuk ikut mendesak adanya jalan diplomatik guna mengatasi masalah di Teluk saat ini,” ujar Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pengurus PBNU, antara lain Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla, Ketua PBNU Rumadi Ahmad, dan Wasekjen PBNU Najib Azca.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, PBNU juga menyampaikan simpati mendalam atas konflik yang berkepanjangan dan makin meluas.
Gus Yahya, kata Ulil, menegaskan posisi Nahdlatul Ulama (NU) yang berdiri bersama dalam mengupayakan perdamaian, termasuk menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“NU berdiri bersama Pemerintah Saudi, bersimpati bersama Pemerintah Saudi, dan tentu saja bersimpati serta mendukung perjuangan rakyat Palestina,” kata Ulil.
Sementara Dubes Saudi Faisal Abdullah Al-Amudi memaparkan perkembangan terkini di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat-Israel.
Dia menilai eskalasi konflik, terutama yang melibatkan negara-negara Muslim, sangat disayangkan karena menimbulkan dampak luas, tidak hanya di kawasan Teluk, tetapi juga secara global.





































