jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon akibat serangan Israel.
Meski situasi di Lebanon makin memanas, pria yang akrab disapa JK ini menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh menarik mundur pasukannya dari wilayah konflik tersebut.
"Negara, TNI tidak seperti itu. Bahwa kalau ada yang korban, tewas, langsung kita mundur, wah itu bukan jiwa TNI dan jiwa pemerintah," kata JK di Jakarta, Rabu (1/4).
Mantan Wakil Presiden RI ini menekankan bahwa setiap tugas militer, apalagi di wilayah konflik, pasti memiliki risiko besar.
Namun, risiko tersebut harus dihadapi demi menjaga martabat bangsa dan mandat internasional.
"Tetap ada di situ. Memang ada risikonya, tetapi tetap harus dilaksanakan. Jangan karena risiko seperti itu langsung kita lari. Nanti dunia menganggap kita penakut," lanjutnya.
JK juga menilai di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia harus menunjukkan taringnya sebagai negara yang berani.
"Indonesia bukan negara penakut, apalagi Pak Prabowo yang memimpin," cetus JK.








































