Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Mendorong Transparansi

2 hours ago 16

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Mendorong Transparansi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Tim Advokasi Untuk Demokrasi menuntut pengusutan tuntas kasus aktivis Andrie Yunus. (Reuters: Willy Kurniawan)

jpnn.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong transparansi dalam penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

Komnas HAM juga minta akses untuk meminta keterangan terhadap para tersangka di tingkat penyidikan militer.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P Siagian mengatakan keterbukaan menjadi krusial untuk memastikan akuntabilitas penanganan perkara yang tengah berjalan.

"Kami mendorong supaya ada transparansi penegakan hukum," kata dia seusai meminta keterangan pada pihak TNI di Kantor Komnas HAM di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Komnas HAM juga menekankan pentingnya penyampaian identitas pelaku kepada publik sebagai bagian dari prinsip keterbukaan.

"Kami berharap segera ada pengumuman terkait identitas pelaku kepada publik," ucapnya.

Saurlin menyebut penyidikan yang dilakukan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mencapai kemajuan signifikan, dengan empat tersangka yang telah ditetapkan dan proses penyidikan yang diklaim telah berjalan sekitar 80 persen.

Namun demikian, Komnas HAM menilai proses tersebut tetap perlu diawasi secara eksternal agar berjalan objektif dan komprehensif, termasuk dengan membuka ruang keterlibatan pengawas independen.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong transparansi dalam penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |