Pastikan Stok Aman, Bulog Salurkan 1.321 Ton Beras Pascagempa NTT

1 day ago 26

Pastikan Stok Aman, Bulog Salurkan 1.321 Ton Beras Pascagempa NTT

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers update perkembangan stok pangan di wilayah terdampak gempa NTT di Kantor Pusat Bulog Jakarta, Selasa (1/9/2026) malam. ANTARA/Harianto

jpnn.com, JAKARTA - Perum Bulog menyalurkan bantuan kemanusiaan sebanyak 1.321,55 ton beras dan 7.000 liter minyak goreng hingga Selasa (1/9/2026) malam.

Langkah tersebut diambil guna menjamin ketahanan pangan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani langsung dalam konferensi pers mengenai pembaruan perkembangan stok pangan darurat di Kantor Pusat Bulog, Jakarta.

Bulog menegaskan bahwa seluruh jaringan logistik diinstruksikan bergerak cepat demi mencegah terjadinya kelangkaan bahan pokok di zona bencana.

"Bulog terus memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana gempa di wilayah NTT. Hingga 1 September 2026, Bulog telah menyalurkan 1.321,55 ton beras dan 7.000 liter minyak goreng kepada masyarakat terdampak bencana," kata Ahmad Rizal Ramdhani di Kantor Pusat Bulog Jakarta, Selasa malam.

Bantuan beras tersebut terdiri atas 881,98 ton cadangan beras pemerintah (CBP) untuk penanggulangan bencana (Bencal), 101,8 ton bantuan cadangan pangan pemerintah daerah, serta 472,98 ton program bantuan pangan beras.

Sementara itu, penyaluran minyak goreng telah mencapai 7.000 liter atau 100 persen dari alokasi yang tersedia.

Penyaluran bantuan telah menjangkau tujuh kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada dan Manggarai Barat.

Perum Bulog menyalurkan bantuan kemanusiaan sebanyak 1.321,55 ton beras dan 7.000 liter minyak goreng hingga Selasa (1/9/2026) malam.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |