jpnn.com, JAKARTA - Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyebut sosok Destry Damayanti dan Aida S Budiman bukan orang baru di sektor keuangan dan punya rekam panjang berkarier di Bank Indonesia (BI).
Hal demikian dikatakan dia menyikapi langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang menunjuk Destry dan Aida sebagai Gubernur dan Deputi Senior Gubernur BI.
"Keduanya memiliki jejak panjang, sebelum masing masing berkarier menjadi bagian dari pimpinan BI. Kini, estafet kepemimpinan BI tampaknya akan dipegang oleh keduanya bila DPR menyetujui," kata Said kepada awak media, Rabu (19/8).
Dia melanjutkan tidak mudah bagi Destry dan Aida memimpin BI ke depan di tengah dunia yang penuh gejolak.
Namun, kata Said, keduanya telah memiliki modal awal dan rekam jejak yang panjang yang bisa menjadi investasi kepercayaan dari para pelaku pasar.
"Setidaknya hal terlihat ketika Perry Warjiyo mengundurkan diri dari Gubernur BI, pasar tampak tidak begitu bergejolak, sebab kepemimpinan sementara BI dipegang oleh Destry, dan tim yang ada saat ini," ungkap legislator fraksi PDI Perjuangan itu.
Said menilai pilihan Presiden Prabowo mengajukan Destry dan Aida ialah pilihan teknokrasi, sehingga menepis anggapan politisasi dalam penunjukan pejabat di BI. "Komitmen untuk menjaga pasar keuangan tetap kondusif, disisi yang lain, tentu ini bisa kita maknai penghormatan terhadap independensi BI," ungkapnya.
Said mengatakan dua mandat utama yang menjadi tanggung jawab BI yakni, mengendalikan nilai tukar rupiah dan inflasi.









































