jatim.jpnn.com, MALANG - Jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara akibat kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Penutupan dilakukan Dinas Kehutanan (Dishut) Jawa Timur untuk memastikan keselamatan para pendaki di tengah upaya penanganan kebakaran.
Kepala Dishut Jatim Jumadi mengatakan faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan menutup seluruh jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang.
"Yang terpenting adalah faktor keselamatan, ya sehingga kami tutup sementara (pendakian Arjuno-Welirang)," kata Jumadi saat dikonfirmasi, Rabu (19/8).
Berdasarkan data sementara Dishut Jatim, kebakaran terjadi pada Selasa (18/8) sekitar pukul 18.30 WIB. Api terpantau berada di area Grid 903, 901, dan 854 yang masuk wilayah Desa Pancalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Informasi awal mengenai kebakaran diterima basecamp Sumber Brantas dari relawan yang melihat kepulan asap di sisi timur Lapangan Kotak.
Situasi kemudian berkembang. Sekitar pukul 21.50 WIB, basecamp Sumber Brantas menerima laporan dari relawan di Puncak Kembar 2 bahwa api mulai melebar hingga ke jalur pendakian melalui Sumber Brantas.
Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap seluruh pendaki yang berada di jalur pendakian Gunung Arjuno dan Welirang sekitar pukul 22.00 WIB. Penyisiran juga dilakukan untuk memastikan tidak ada pendaki yang tertinggal atau belum berhasil dievakuasi.
Hingga Rabu sekitar pukul 05.00 WIB, terpantau tiga titik panas atau hotspot berdasarkan aplikasi Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi). Tiga titik panas tersebut berada di atas kawasan Pondokan dan sekitar Lembah Kidang.






































