jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan sejumlah langkah jangka panjang setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Karhutla tersebut berdampak terhadap sekitar 1.121 hektare kawasan TNBTS.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim Gatot Soebroto mengatakan kebakaran juga menyebabkan sejumlah sarana dan prasarana milik pemerintah daerah maupun masyarakat mengalami kerusakan.
Berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan, jaringan pipa air bersih milik Pemerintah Kabupaten Probolinggo hingga permukiman warga di kawasan Bromo dilaporkan mengalami kerusakan akibat terkena kobaran api.
"Setelah operasi penanganan kebakaran Bromo ini ditutup, selanjutnya pihak TNBTS akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, lalu juga memperbaiki sarana-prasarana yang rusak akibat kebakaran," kata Gatot, Rabu (19/8).
Menurut dia, perbaikan jaringan pipa air bersih menjadi salah satu prioritas agar kebutuhan air masyarakat di kawasan terdampak dapat kembali terpenuhi secara normal.
Gatot mengatakan langkah pencegahan juga akan diperkuat melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta komunitas lokal di sekitar kawasan TNBTS. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah terjadinya kebakaran serupa.
"Di mana kita tahu ada beberapa pipa milik daerah seperti Probolinggo ataupun masyarakat terbakar, sehingga ini perlu dilakukan perbaikan," ujarnya.
Meskipun penanganan utama karhutla telah dilakukan, pemantauan kawasan Bromo masih terus berlangsung.






































