jpnn.com - JAKARTA - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi dengan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan jumlah korban jiwa akibat gempa di NTT bertambah menjadi 71 orang.
"Jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71 (meninggal dunia), yaitu di Kabupaten Nagekeo," kata Berton, Rabu (19/8).
Berton menuturkan bahwa BNPB turut berbelasungkawa atas meninggalnya korban gempa NTT. "Kami segenap pemerintah maupun kementerian/lembaga yang ada mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya keluarga kita,” ungkap Berton. Sementara itu, jumlah total pengungsi saat ini 59.647 jiwa, terbanyak di Manggarai, yakni 20.433 orang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Rabu (19/8) pukul 06.00 WITA, terjadi 2.768 gempa bumi susulan setelah lindu utama bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores, NTT.
"Total gempa bumi susulan hingga tanggal 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB atau 06.00 WITA sebanyak 2.768 kejadian. Magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama.
Menurut Arief, dari total gempa susulan tersebut, 24 kejadian memiliki magnitudo di atas 5.
Sementara itu, 81 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat. (dit/jpnn)









































