jpnn.com, JAKARTA - Manajemen Java United buka suara seusai mengawali Super League 2026/27 dengan pengurangan poin.
Tim berjuluk Laskar Kopodang Emas itu mendapat pengurangan -2 seusai berkaitan dengan proses lisensi klub.
Tercatat adanya perubahan kandang dari Gelora Kie Raha menjadi Stadion Jatidiri, Semarang, dinilai tidak mematuhi salah satu aspek pemenuhan kewajiban lisensi klub tersebut.
Manajer Java United FC Alan Haviludin mengungkapkan pihaknya menerima keputusan dari I.League dengan adanya pengurangan poin.
Untuk itu, pihaknya berharap skuad asuhan Fabio Lefundes itu bisa meraih kemenangan di laga perdana Super League 2026/27 kontra Garudayaksa, Minggu (6/9) mendatang.
“Kami menerima keputusan yang sudah ditetapkan. Tugas kami sekarang adalah mendapatkan poin sebanyak mungkin untuk tetap bersaing di liga,” ujar Alan.
David da Silva dan kolega sendiri tidak terpengaruh dengan adanya pengurangan poin di awal musim.
Hal tersebut malah jadi pelecut untuk bisa meraih poin penuh untuk keluar dari kemelut hukuman yang ada.








































