jpnn.com, SIDOARJO - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan kondisi seluruh santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam Sidoarjo yang menjadi korban dugaan keracunan massal kini telah berangsur pulih dan membaik.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayor Jenderal TNI Trenggono menjelaskan bahwa seluruh korban dugaan keracunan di Sidoarjo telah membaik dan tersisa 22 orang yang masih dirawat di sembilan rumah sakit setempat.
“Semua santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Sidoarjo yang menjadi korban dugaan keracunan sudah dalam kondisi pulih dan membaik,” kata Trenggono saat meninjau penanganan korban di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur , Jumat.
Ia menyatakan, dari 748 santri yang terdampak, sebagian besar telah kembali ke pondok setelah mendapatkan perawatan medis.
Ia menegaskan BGN pada Rabu (2/9) telah menangguhkan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, menyusul kejadian tersebut.
Trenggono menjelaskan penangguhan dilakukan untuk investigasi dan evaluasi terhadap dugaan kelalaian serta ketidakpatuhan petugas dapur dalam menjalankan prosedur operasional standar.
Selain menghentikan sementara operasional SPPG Kali Tengah, Trenggono menyebut BGN juga telah mencopot kepala dapur tersebut dan akan memeriksa penerapan prosedur operasional standar untuk mengetahui penyebab kejadian.
Dalam kesempatan tersebut, Trenggono juga menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dan ketidakpatuhan petugas dapur dalam operasional dapur SPPG terkait hingga terjadi hal yang tidak diinginkan.








































