jateng.jpnn.com, SEMARANG - Festival Teater Semarang digelar kembali pada tahun ini. Pada tahun kedua ini, festival teater bertajuk Lingkungan Hidup atau Ketahanan Pangan ini akan digelar pada 21-22 November 2026 mendatang.
Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase) Adhitia Armitrianto mengatakan ajang festival teater ini menjadi bukti adanya komitmen pemerintah dalam menjaga ruang berekspresi bagi pelaku seni.
Adhitia menjelaskan festival teater ini tak lepas dari dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.
“Iya, kami bersyukur Festival Teater Semarang masih diselenggarakan. Ini menjadi pembuktian komitmen pemerintah untuk membangun iklim berkesenian,” katanya kepada JPNN.com, Rabu (15/7).
Adanya festival teater ini juga merupakan upaya untuk mendata kelompok teater yang ada di Kota Semarang. Dia yakin Kota Semarang memiliki talenta-talenta untuk unjuk gigi dengan daerah lain.
Walakin, Adhitia menyebut festival seharusnya tidak hanya menjadi ajang mencari juara, melainkan menjadi instrumen pembinaan. Dari hasil pertemuannya dengan penyelenggara festival teater se-Indonesia, banyak daerah mulai meninggalkan konsep kompetisi dengan mengubah menjadi ruang perayaan bagi seluruh kelompok teater.
"Di beberapa daerah festival bukan lagi lomba. Semua kelompok diberi kesempatan tampil dan dukungan anggaran dibagikan kepada seluruh peserta sebagai bentuk pembinaan. Menurut saya konsep seperti ini menarik untuk didiskusikan di Semarang," ujarnya.
Menurutnya, nilai apresiasi dalam perlombaan yang memperebutkan juara tak akan setara dengan dukungan pemerintah terhadap kelompok teater dalam melahirkan karya pada sebuah festival.




































