jpnn.com, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan tata kelola pelaksanaan DAM Haji, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Indonesia.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan pihaknya siap memfasilitasi penunaian DAM Haji bagi jemaah Indonesia di Tanah Air jika skema tersebut diperbolehkan sesuai ketentuan.
Menurut Sodik, potensi DAM dari jemaah haji Indonesia dapat memberikan manfaat yang lebih luas apabila pelaksanaannya memungkinkan dilakukan di Indonesia.
Daging dam, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk mendukung program perbaikan gizi, termasuk penanganan stunting.
“Kalau diperlukan, komite syariah akan kita bentuk untuk mempersiapkan pelaksanaan DAM Haji di Tanah Air. Dengan demikian, apabila diperbolehkan melakukan pemotongan DAM di Tanah Air, tentu akan sangat membantu dan manfaatnya bisa lebih banyak,” ujar Sodik, di Jakarta, Rabu (2/9).
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf Hasyim menyambut baik pembahasan tersebut.
Namun, dia menekankan perlunya kajian dari aspek hukum, syariah, kesehatan hewan, regulasi, serta fatwa yang berlaku sebelum skema pelaksanaan DAM di Indonesia diterapkan.
Sementara itu, Pimpinan Baznas Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan mengatakan Baznas juga siap menerima daging dam yang telah diolah di Arab Saudi untuk dikalengkan dan disalurkan melalui jaringan Baznas di berbagai daerah.









































