jpnn.com, JAKARTA - Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series - Energy Week 2026 resmi diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 2–5 September 2026.
Perhelatan berskala internasional ini menghadirkan tiga pameran utama, yaitu Electric & Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, dan Data Center Asia–Indonesia, dengan mengusung tema Sustainability for Industrial Transformation.
Diikuti 451 perusahaan dari 28 negara, pameran ini dihadirkan untuk mendukung pertumbuhan industri yang bertanggung jawab dalam pemanfaatan energi, sekaligus merespons agenda jangka panjang Indonesia yang menargetkan tambahan 69,5 gigawatt kapasitas pembangkit listrik.
Ketua Umum PJCI, Arsyadany G. Akmalaputri menekankan kebutuhan industri terhadap listrik ke depan tidak hanya akan semakin besar, melainkan juga beragam dan dinamis.
Arsyadany menyatakan energi bukan sekadar tentang bagaimana listrik dipasarkan dan disalurkan, melainkan tentang bagaimana sebuah bangsa bertumbuh agar masyarakat mendapatkan kesempatan yang lebih baik serta pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Dia menjelaskan ketersediaan listrik, teknologi penyimpanan energi, dan infrastruktur digital perlu berkembang secara selaras dengan dukungan kolaborasi dari pemerintah, pelaku usaha, penyedia teknologi, asosiasi, akademisi, hingga pengguna akhir.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai sangat penting agar perkembangan teknologi dapat diterjemahkan menjadi sistem yang lebih efisien, tangguh, serta mampu menciptakan manfaat jangka panjang bagi industri dan masyarakat.
Lebih jauh, Arsyadany menyebut pengembangan sistem kelistrikan perlu bergerak menuju sistem yang lebih cerdas, fleksibel, dan mampu mengintegrasikan berbagai sumber energi.









































