jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga emas perhiasan mengalami deflasi selama tiga bulan berturut-turut dari Maret hingga Mei 2026.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menyebutkan tingkat deflasi secara bulanan masing-masing 1,17 persen, 3,76 persen, dan 2,67 persen.
“Pada Mei 2026, emas perhiasan mengalami deflasi sebesar 2,67 persen dengan andil deflasi 0,06 persen. Komoditas ini telah mengalami deflasi selama tiga bulan berturut-turut sejak Maret hingga Mei 2026,” kata Pudji di Jakarta, Selasa.
Pudji menjelaskan komoditas emas perhiasan memberikan andil deflasi terdalam pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
“Pada Mei 2026, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya kembali mengalami deflasi yakni sebesar 0,74 persen dengan andil deflasi sebesar 0,05 persen,” jelas Pudji.
Menurut dia, perkembangan tersebut sejalan dengan harga emas di pasar internasional yang kembali mengalami penurunan pada Mei 2026.
“Penurunan harga emas global sudah terjadi selama tiga bulan berturut-turut,” ungkap Pudji.
Adapun Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari sebesar 111,09 pada April 2026 menjadi sebesar 111,40 pada Mei 2026, sehingga inflasi bulanan (month to month/mtm) tercatat sebesar 0,28 persen.(antara/jpnn)







































