jpnn.com - Video pernyataan Presiden Ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) tahun 2023 diputar lagi dalam sidang perkara korupsi kuota haji di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).
Pemutaran video berlangsung setelah Menteri Pemuda dan Olahraga periode 2023-2025 Ario Bimo Nandito Ariotedjo menceritakan awal mula Indonesia mendapatkan 20.000 kuota haji tambahan pada Tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi dari Pemerintah Arab Saudi.
Arsip - Tangkap layar Presiden Ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers. (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)
Dito yang hadir sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Jakarta Pusat mengatakan sekitar Oktober 2023 terdapat pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dengan Pemerintah Arab Saudi.
Walakin, Dito mengatakan tidak ada pertemuan spesifik antarkedua negara yang membahas kuota haji Indonesia.
"Sebenarnya untuk spesifik tidak ada. Itu terjadi pada saat makan siang. Pada saat agenda terakhir," kata Dito yang menjadi bagian delegasi Pemerintah Indonesia ke Arab Saudi pada saat itu, dalam lanjutan persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji itu.
Dito mengaku tidak mengikuti secara langsung pertemuan tersebut. Akan tetapi, dia mendengar bahwa Pemerintah Arab Saudi menawarkan sejumlah hal kepada Pemerintah Indonesia, termasuk kuota haji.
"Yang saya tahu memang dari Raja menawarkan dan memberikan untuk tambahan, tetapi tidak hanya sebatas kuota. Ada beberapa sektor lainnya, seperti investasi dan juga perdagangan," tuturnya.
















































