jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terus mengusut aliran dana kasus dugaan penipuan investasi dan perjalanan umrah yang dilakukan oleh PT Hasanah Tamma Internasional atau Hanania Group.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan kini polisi membidik pihak yang kecipratan dana jemaah, mulai dari promosi oleh selebgram ternama hingga pelacakan (tracing) aset milik tersangka utama demi memulihkan kerugian para korban.
?"Uang yang digunakan, sebagian digunakan untuk kepentingan di luar dari perjalanan umrah para jamaah, sebagian juga digunakan untuk membayar influencer (pemengaruh) sebagai kepentingan marketing (pemasaran)," kata Kombes Pol Iman dilansir Antara, Selasa (2/6).
Oleh sebab itu, polisi berencana meminta keterangan terhadap sejumlah selebgram ataupun influencer yang diduga sempat mempromosikan agen travel Hanania.
Akan tetapi, pihak kepolisian belum mengungkap nama-nama pemengaruh yang bakal diperiksa.
?"Tentunya, kami juga akan mengambil keterangan terhadap para selebgram yang ikut serta memberikan atau menjadi marketing dalam hal penawaran beberapa paket umrah yang ditawarkan oleh PT Hasanah Tama Internasional atau Hananiya Group tersebut," lanjutnya.
Dalam kasus Hanania Group, polisi baru menetapkan direktur agen travel tersebut sebagai tersangka tunggal.
Aparat tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru, termasuk mendalami keterlibatan istri tersangka yang diinformasikan ikut mengelola Hanania Travel.







































