jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia berencana melaporkan sejumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan foto editan Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Rencana pelaporan itu disampaikan Ketua Bidang Hukum DPN Tani Merdeka Indonesia Agung Susilo SH dan Juru Bicara DPN Tani Merdeka Indonesia Yons Ebit dalam konferensi pers di Kantor Tani Merdeka Indonesia, Jalan Buncit Raya, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Yons Ebit menilai penyebaran foto editan yang menggambarkan kedekatan Presiden Prabowo dan Teddy Indra Wijaya telah mengandung unsur disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian.
Menurut dia, tindakan tersebut tidak hanya menyerang pribadi Presiden, tetapi juga merusak martabat kepala negara.
"Kami menilai penyebaran foto editan tersebut sudah melampaui batas karena menyangkut marwah Presiden Republik Indonesia sebagai kepala negara. Aparat penegak hukum harus bertindak tegas terhadap akun-akun penyebarnya," kata Ebit.
Dia menegaskan, pihaknya akan mendorong aparat untuk mengusut seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan maupun penyebaran konten tersebut.
Sementara itu, Ketua Bidang Hukum DPN Tani Merdeka Indonesia Agung Susilo menyatakan laporan resmi akan dilayangkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (4/6/2026).
Agung mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah akun media sosial yang diduga aktif menyebarkan foto editan tersebut.




































