jateng.jpnn.com, SEMARANG - Peristiwa Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) terhadap Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq menjadi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Luthfi menjelaskan tidak ingin peristiwa serupa kembali terjadi di lingkungan pemerintah daerah di Jawa Tengah. Dia menyinggung sebelumnya juga terjadi OTT terhadap Bupati Pati Sudewo.
“Tidak ada lagi kejadian yang ketiga kalinya. Dengan cara apa? Satu, transparansi. Dua, akuntabilitas publik agar tidak melanggar hukum dan jangan sekali-kali menyalahgunakan wewenang. Itu sudah saya arahkan,” kata Luthfi, Senin (9/3).
Luthfi telah menunjuk Wakil Bupati Pekalongan Sukirman sebagai pelaksana tugas (Plt) menggantikan Fadia A Rafiq sebagai langkah memastikan roda pemerintahan tetap berjalan.
Luthfi juga berencana datang langsung ke Kabupaten Pekalongan untuk memberikan asistensi serta melakukan pembinaan kepada jajaran pemerintah daerah.
“Hari ini saya ke sana, sudah kami tunjuk. Penunjukan itu sudah kami berikan sejak kemarin. Hari ini saya ke sana melakukan asistensi,” ujarnya.
Luthfi menekankan pentingnya membangun birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik dengan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Saya sudah sampaikan, kita harus menciptakan birokrasi yang melayani dengan prinsip pemerintahan yang jelas dan baik (good government) untuk wilayah kita,” kata eks Kapolda Jawa Tengah itu. (ink/jpnn)







































