Setelah Berpekan-pekan Bikin Selat Hormuz Macet, Iran Kini Sewot Kapalnya Disita AS

3 hours ago 15

Setelah Berpekan-pekan Bikin Selat Hormuz Macet, Iran Kini Sewot Kapalnya Disita AS

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Foto Selat Hormuz antara Teluk Persia dan Teluk Oman yang dipotret dari satelit milik NASA. Foto: NASA

jpnn.com, TEHERAN - Beberapa pekan lalu, Iran mengabaikan kepentingan pengimpor minyak dan gas (migas) Timur Tengah dengan memblokade Selat Hormuz, yang merupakan jalur pengiriman utama. Harga migas langsung meroket, cadangan negara-negara Asia Tenggara dan Timur pun merosot tajam.

Kini, situasi sudah berubah. Blokade yang dilakukan militer Amerika Serikat sejak pekan lalu membuat kapal-kapal Iran ikut merasakan sulitnya keluar dari Teluk Persia.

Tehran pun mengecam keras tindakan AS tersebut. Apalagi, setelah militer Paman Sam menyita sebuah kapal dagang berbendera Iran yang berusaha menerobos barikade pada Minggu (19/4).

"Republik Islam Iran, seraya memperingatkan konsekuensi serius dari tindakan ilegal dan kriminal Amerika Serikat, menegaskan perlunya pembebasan segera kapal Iran tersebut, awaknya, dan keluarga mereka," kata Kemlu Iran dalam pernyataannya.

Iran pun mengecam keras penyitaan itu dan menyebut tindakan AS sebagai pembajakan maritim serta pelanggaran terhadap Piagam PBB, prinsip hukum internasional, dan juga gencatan senjata, kata kementerian tersebut.

Pada Senin (20/4), juru bicara markas pusat Khatam Al-Anbiya militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan bahwa Iran akan mengambil tindakan yang diperlukan terhadap pasukan AS setelah memastikan keselamatan awak kapal yang disita.

Pada akhir Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Ibu Kota Teheran.

Iran membalasnya dengan menyerang negara sahabat AS di Teluk dan memblokade total Selat Hormuz.

Beberapa pekan lalu, Iran mengabaikan kepentingan pengimpor minyak dan gas (migas) Timur Tengah dengan memblokade Selat Hormuz. Kini, situasinya berubah

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |