jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Erik Hermawan mengapresiasi kerja sama antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menangani perekonomian Indonesia.
Menurut Erik, perekonomian Indonesia saat ini menghadapi dua himpitan api yaitu tekenan internal dan eksternal.
"Hanya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang tampaknya mengerti bagaimana menangani krisis ini sehingga publik dan ekosistem ekonomi kita tidak bergejolak," kata Erik Hermawan dalam keterangannya pada Selasa (21/4/2026).
Menurut Erik Hermawan, perekonomian Indonesia saat ini menghadapi dua himpitan api.
Pertama, menurut Erik, tekanan internal seperti inefisiensi sehingga menyebabkan meningkatnya defisit anggaran, kepemimpinan di kemenerian dan lembaga yang belum mampu menerjemahkan keinginan presiden dan tekanan eksternal perang Timur Tengah yang menyebabkan krisis energi dunia.
Menurut Erik Hermawan, kerja sama antara Bahlil dan Purbaya, sejauh ini terbukti mampu menjaga harga BBM subsidi untuk rakyat miskin tidak mengalami kenaikan.
"Janji menteri ESDM bahwa BBM subsidi hingga akhir tahun tidak mengalami kenaikan, sudah menenangkan rakyat di bawah," ujar Erick Hermawan.
Politikus Golkar dari Dapil Madura ini menyoroti perekonomian Indonesia yang cukup berat dengan menyodorkan beberapa bukti yaitu tekanan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat menyentuh di angka Rp. 17.189.








































