jogja.jpnn.com, SLEMAN - Kemenangan penting berhasil diamankan PSS Sleman saat menjamu Persiku Kudus pada pekan ke-25 Pegadaian Championship 2025/2026, Senin malam (20/4). Tambahan tiga poin di Stadion Maguwoharjo ini makin membuka lebar pintu bagi Laskar Sembada untuk kembali naik kasta ke Liga 1 musim depan.
Namun, kemenangan tersebut terasa kurang sempurna. Akibat sanksi Komdis PSSI, tribun selatan dan utara stadion masih tampak lengang.
PSS harus melewati masa hukuman pengosongan tribun tersebut dalam empat laga kandang, yang berarti atmosfer "angker" Maguwoharjo belum pulih sepenuhnya.
Kabar baiknya, sanksi tersebut akan segera berakhir. Laga kandang terakhir Grup Timur melawan PSIS Semarang akan menjadi momen kembalinya suporter ke seluruh penjuru tribun. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi laga emosional sekaligus penentu langkah strategis PSS Sleman.
Gelandang muda PSS Dominikus Dion mengungkapkan betapa besarnya pengaruh kehadiran penonton bagi mentalitas pemain di lapangan.
Menurutnya, teriakan dari tribun adalah bahan bakar utama bagi para penggawa Laskar Sembada.
"Bagi kami para pemain, dukungan dari BCS, Slemania, dan seluruh suporter lainnya sangat berarti. Di pertandingan terakhir nanti, kami akan berjuang bersama untuk meraih tiga poin, dengan harapan para suporter bisa kembali hadir dan memberikan dukungan penuh," ujar Dion dalam sesi jumpa pers.
Pelatih Kepala PSS Ansyari Lubis tak menampik bahwa ada yang hilang ketika stadion hanya terisi di tribun barat dan timur saja. Ia sangat mendambakan magis Stadion Maguwoharjo yang penuh sesak seperti sediakala.





































