jpnn.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Baznas (Bazis) DKI Jakarta membuka pendaftaran Program 1.000 Pramudi Mikrotrans Berdaya Tahap 2.
Hal itu sebagai salah satu upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi di sektor transportasi publik, sekaligus memperluas kesempatan kerja yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui program itu, peserta akan mendapatkan pelatihan, pembinaan, serta mengikuti proses seleksi sebelum berkesempatan bergabung sebagai pramudi Mikrotrans untuk layanan transportasi publik Jakarta.
Kepala Bidang Pengumpulan Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta Ahmad Sholih mengatakan bahwa program tersebut merupakan wujud nyata komitmen dalam menghadirkan ruang pemberdayaan yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut dia, proses pembekalan dilakukan secara komprehensif melalui pelatihan, pembinaan, serta seleksi yang terstandar.
Program 1.000 Pramudi Mikrotrans Berdaya Tahap 2 ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan ruang pemberdayaan yang lebih luas bagi masyarakat.
"Kami memastikan adanya proses pembekalan yang komprehensif melalui pelatihan, pembinaan, serta seleksi yang terstandar. Harapannya, para peserta yang terpilih tidak hanya siap secara teknis dalam mengemudi, tetapi juga memiliki disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja yang tinggi sebagai bagian dari layanan transportasi publik,” ujar Ahmad dalam keterangannya, pada Selasa (21/4).
Dia menuturkan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pengelola zakat, dan operator transportasi publik menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem kerja yang inklusif serta membuka akses kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.








































