jpnn.com, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyebut Presiden RI Prabowo Subianto tidak bisa sekadar memakai Zoom untuk berkomunikasi dengan pemimpin dari negara lain.
Sebab, kata Dudung, Presiden Prabowo Subianto memiliki tujuan strategis dalam setiap dinas luar negeri (LN).
Hal demikian dikatakan Dudung demi menanggapi mantan Wamenlu Dino Patti Djalal soal tingginya intensitas lawatan internasional Prabowo.
"Setahu saya, ya, gambaran saya sekelas Bapak Presiden ke luar negeri itu pasti ada tujuan strategis yang lebih tinggi yang tidak cukup dengan Zoom," kata Dudung di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).
Eks KSAD itu melanjutkan diplomasi Presiden RI sangat berkaitan erat dengan keamanan negara dan kerahasiaan informasi, sehingga tak bisa melalui Zoom.
"Kita saja HP ini saja termonitor. Saya bicara, nih, ke mana-mana, nih, betul enggak? WA saya juga bisa termonitor oleh siapa pun bisa dibongkar," ujar Dudung.
Adapun, Dino ketika mengkritik intensitas tinggi dinas LN Prabowo membuat usul diplomasi melalui Zoom.
Dudung mengingatkan situasi ekonomi dan geopolitik global saat ini sedang tidak baik-baik saja akibat berbagai konflik peperangan.







































