Sekjen DPD: Kesehatan Pegawai adalah Investasi Institusi

54 minutes ago 15

Sharing Session bertema Menjaga Kesehatan Liver Demi Hidup Lebih Sehat yang menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital Depok, Gerry Permadi, di Lobi Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (2/9). Foto: DPD RI

jpnn.com, JAKARTA - Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (Setjen DPD RI) menempatkan kesehatan pegawai sebagai bagian penting dari investasi institusi dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkinerja optimal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Health Talk & Sharing Session bertema Menjaga Kesehatan Liver Demi Hidup Lebih Sehat yang menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital Depok, Gerry Permadi, di Lobi Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (2/9).

Sekretaris Jenderal DPD RI M. Iqbal menegaskan bahwa kesehatan pegawai tidak dapat dipisahkan dari kekuatan dan produktivitas organisasi. Karena itu, Setjen DPD RI mendorong pendekatan yang lebih preventif dengan meningkatkan kesadaran pegawai terhadap faktor risiko kesehatan, termasuk obesitas dan fatty liver. Iqbal mengatakan, kesehatan pegawai adalah bagian dari investasi institusi dan meminta setiap unit kerja melakukan pendataan bagi pegawai yang masuk kategori obesitas untuk diberikan arahan dan didorong mengikuti kegiatan olahraga.

Arahan tersebut menjadi bagian dari upaya Setjen DPD RI membangun budaya hidup sehat yang tidak berhenti pada edukasi, tetapi diterjemahkan ke dalam langkah nyata di lingkungan kerja. Pendekatan preventif dipandang penting agar pegawai memiliki kesadaran lebih baik terhadap kondisi tubuhnya dan terdorong melakukan perubahan gaya hidup sebelum muncul persoalan kesehatan yang lebih serius.

Dalam paparannya, Gerry Permadi menjelaskan bahwa fatty liver berkaitan dengan penumpukan lemak pada liver dan memiliki hubungan erat dengan obesitas serta gangguan metabolik. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dapat berlangsung dengan gejala yang minim pada tahap awal. Gerry mengatakan, fatty liver tidak hanya berkaitan dengan apa yang kita makan, tetapi juga dengan seberapa aktif kita bergerak, sehingga menjaga berat badan, menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, menjaga kadar kolesterol, dan menghindari alkohol merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan liver.

Edukasi tersebut memperkuat langkah Setjen DPD RI dalam membangun kesadaran kesehatan sebagai bagian dari kesejahteraan pegawai. Melalui forum interaktif, peserta mendapatkan pemahaman mengenai faktor risiko, pentingnya deteksi dini, serta perubahan pola hidup yang dapat dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Klinik Pratama DPD RI Emirianti mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi untuk memperluas akses terhadap edukasi kesehatan sekaligus memperkuat upaya pencegahan. Menurutnya, persoalan kesehatan metabolik sering kali luput dari perhatian karena minimnya gejala pada tahap awal. Emirianti menekankan, deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting melalui pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologis seperti USG dan Fibroscan, serta pemeriksaan lanjutan sesuai kondisi pasien.

Emirianti menjelaskan, upaya menjaga kesehatan metabolik perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan, terutama melalui pengendalian berat badan, penerapan pola makan sehat, dan aktivitas fisik secara rutin. Penurunan berat badan yang ideal juga dapat memberikan manfaat dalam memperbaiki berbagai faktor risiko metabolik yang berkaitan dengan kesehatan liver.

Dalam sesi tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai keterkaitan fatty liver dan diabetes yang dapat saling memperberat kondisi metabolik. Gerry menekankan bahwa risiko tersebut dapat dicegah dan dikendalikan melalui deteksi dini serta perbaikan pola hidup yang dilakukan secara konsisten. Gerry mengingatkan, pencegahan selalu menjadi langkah yang penting dan masyarakat tidak perlu menunggu sampai muncul keluhan untuk mulai menjaga kesehatan.

Setjen DPD RI gencar cegah obesitas dan fatty liver lewat edukasi kesehatan bagi pegawai demi produktivitas kerja.

Read Entire Article
| | | |